Peranan S「Countries where online gambling is legal」elat Malaka bagi Jalur Perdagangan

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Roulette!,Kasino baccarat,Game company url

KCountries where online gambling is legalaCountries where online gaCountries where online gambling is legalmbling is legalrena menjadi jalur perdagangan internasional pada masa Kerajaan Sriwijaya. Banyak kapal-kapal dagang dari negara lain yang melintas dari berbagai negara ke Indonesia. Tahukah kamu, apa saja peran Selat Malaka?

Ada sekitar 400 pelabuhan dan 700 buah kapal yang bergantung pada Selat Malaka, karena sudah menjadi jalur utama sejak masa awal peradaban manusia di Nusantara.

Tak lama kemudian Sriwijaya runtuh, pelayaran perdagangan di Selat Malaka semakin ramai.

Selat Malaka membentang antara pulau Sumatra di Indonesia sebelah barat dan semenanjung Malaysia dan Thailand bagian selatan.

Dampaknya membuat Sriwijaya lemah dan berbagai penguasa di Selat Malaka bergantian.

Bahkan sampai negara-negara Eropa, walaupun belum secara langsung menggunakan jalur Selat Malaka.

Sejak dulu di Selat Malaka banyak kedatangan pedagang-pedagang dari berbagai negara. Salah satu pedagang dari Tamil, India yang jumlahnya begitu besar.

KOMPAS.com - Selat Malaka memiliki peran sangat penting baik bagi Nusantara atau Indonesia dari zaman dulu hingga sekarang.

Selat Malaka namanya berasal dari pelabuhan dagang Melaka (sebelumnya Malaka) yang penting di abad ke-16 dan ke-17 di pantai Melayu.

Secara berturut-turut Selat Malaka dikuasai oleh orang Arab, Portugis, Belanda, dan Inggris. Singapura. Salah satu pelabuhan terpenting di dunia, terletak di ujung selatan selat.

Sebagai penghubung antara Samudra Hindia dan Laut China Selatan, Selat Malaka adalah rute laut terpendek antara India dan China.

Peranan Selat Malaka sebagai salah satu jalan sutera atau silk road semakin ramai dikenal berbagai bangsa di kawasan Asian Barat, Tenggara, dan Timur.

Sebagai penguasan selat, Kerajaan Sriwijaya merasa berhak untuk menarik pajak dari pedagang-pedagang yang melintasi Selat Malaka.

Karena mobilitas sosial yang terjadi di daerah-daerah pesisir juga berfungsi sebagai ibu kota kerajaan dengan mempergunakan transportasi perairan dapat lebih cepat pertumbuhan dan perkembangannya.

Merasa pajak yang ditarik terlalu tinggi, para pedagang melaporkan pada raja Kerajaan Cola. Kemudian Kerajaan Cola menyerang Sriwijaya dua kali, pada 1017 dan 1025.

Baca juga: KKP Tangkap Kapal Pencari Ikan Ilegal Malaysia di Selat Malaka

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Selat Malaka adalah jalur utama yang menghubungkan antara timur dan barat.

Bahkan sejak abad-abad pertama masehi sudah dipergunakan sebagai jalur pelayaran dan perdagangan antara India dan China Selatan serta bangsa-bangsa yang mendiami dataran Asia Tenggara, salah satunya di kepulauan Indonesia.

Baca juga: KKP Tambah 2 Unit Kapal Pengawas di Natuna Utara dan Selat Malaka

Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), Selat Malaka merupakan jalur air yang menghubungkan Samudera Hindia dan Laut China Selatan (Samudra Pasific).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Pada masa-masa awal, Selat Malaka membantu menentukan arah migrasi besar-besaran orang Asia melalui Kepulauan Melayu.

Dikutip buku Pasai Kota Pelabuhan Jalan Sutra (1997), Selat Malaka sudah menjadi jalur pelayaran dan perdagangan internasional sejak Kerajaan Samudra Pasai.

Itu sebabnya kehidupan masyarakat di daerah-daerah pesisir tampak lebih dinamis dibandingkan dengan daerah pedalaman.

Selat Malaka memiliki panjang 500 mil (800 kilometer) dan berbentuk corong, dengan lebar hanya 40 mil (65 kilometer) di selatan yang melebar ke utara hingga sekitar 155 mil (250 kilometer).

Di tempat-tempat lain yang dilintasi jalur sutra tidak hanya pertukaran komoditi saja. Tapi juga adanya pertukaran-pertukaran kebudayaan.